Ketika Toko Kesayangan Menghilang

Kami menyukai satu toko favorit untuk belanja perlengkapan bayi. Kenapa? Karena harganya miring. Sebelumnya ketika anak pertama lahir, kami biasa beli di satu toko besar dan terkenal.  Menurut kami sudah murah. Eh belakangan menemukan toko lain yang lebih murah lagi. Jadilah pindah ke toko yang lebih murah tersebut, sebut saja Toko Mutiara. Lokasinya di pusat kota Jogja, pinggir jalan yang sangat ramai.

Beberapa waktu yang lalu, kami ingin beli lagi di toko tersebut. Eh, ternyata tokonya sudah tidak ada. Kami cari di sekitarnya juga tidak kami temukan. Toko tersebut hilang.

Saya pun mencoba mencari di mesin pencari Google. Hanya menemukan satu alamat lokasi, tapi masih di alamat lama yang sudah tidak ada tokonya tersebut. Hasil yang tidak memuaskan tentunya.

Kami tidak tahu, toko tersebut masih berjualan hanya pindah tempat atau memang benar-benar sudah tutup. Jejaknya sudah hilang. Kami pun akhirnya beli di toko lain.

Ini bukan kali pertama ada toko yang tiba-tiba menghilang. Tidak jauh dari rumah kami, ada kios helm yang harganya cukup murah. Kami biasa beli helm di situ. Nah, mendadak kios tersebut juga pindah. Para pelanggan banyak yang bingung mencari lokasi barunya. Padahal, sebenarnya hanya pindah tidak jauh dari lokasi semula.

Apa kesamaan dari dua kejadian tersebut? Pelanggan yang kebingungan mencari toko, padahal mungkin ingin beli. Nah, pelanggan yang bingung bisa jadi kemudian memutuskan untuk beli di toko lain.

Nah, saya rasa kejadiannya akan lain jika pemilik toko lebih memperhatikan alamat digital. Ingat, sekarang zaman online. Alamat tidak hanya alamat fisik saja seperti Jalan apa nomor berapa, tapi juga alamat yang sifatnya digital yaitu domain.

Seandainya toko tersebut memiliki domain yang aktif beserta kontennya, maka ketika saya mengetikkan nama toko tersebut, kemungkinan besar hasil pencarian teratas atau setidaknya di halaman pertama adalah alamat website toko tersebut. Selanjutnya kita dengan sangat mudah akan mengklik alamat domain tersebut, dan terhubung ke websitenya. Di sana kita akan menemukan nomor WA toko, juga alamat lengkapnya yang disertai titik lokasinya di Google Maps. Kita pun dengan mudah akan komunikasi dan mudah juga untuk mendatanginya.

Sayang sekali, dua toko yang saya ceritakan di atas tidak melakukan langkah mudah yang kemudian berakibat fatal tersebut. Entah berapa pelanggannya yang kebingungan dan akhirnya memilih membeli di toko lain.

Oleh karena itu, jika kita tidak ingin mengalami kejadian seperti dua toko yang saya ceritakan tersebut, sebaiknya alamat kita dilengkapi dengan alamat digital berupa domain. Toh harganya juga sangat murah. Hanya dengan biaya sekitar Rp135.000, kita sudah dapat alamat domain dot com yang berlaku satu tahun.

Dengan memiliki website yang sudah masuk index mesin pencari, maka seandainya toko kita sering berpindah-pindah, juga tidak akan menemukan banyak masalah. Bahkan jika lokasi toko kita jauh dari jalan besar, alias masuk kampung pun, tidak akan banyak masalah. Para pembeli akan dengan mudah menemukan alamat kita dan datang ke toko kita. Lupakan biaya sewa toko di pinggir jalan besar yang biayanya mahal. Katakanlah biaya sewa toko di pinggir jalan besar Rp24juta/tahun. Biaya ini bisa kita alihkan untuk sewa ruko di lokasi lain yang hanya berbiaya misalnya Rp10juta pertahun. Selisih 14 juta. Sangat jauh lebih hemat.

Jadi, sudah saatnya Anda segera memiliki sebuah domain untuk keberlangsungan bisnis Anda. Kalau bingung bagaimana cara membelinya, silakan hubungi saya. Insya Allah akan kami bantu dengan senang hati. Semoga sukses. (Farid Ma’ruf; Owner Satu Langit Web Design).

WA : https://wa.me/628175423370

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *