Ongkos Kirim Naik, Celah Peluang Bisnis Online

Banyak pelaku bisnis online yang mengeluh karena tarif ongkos kirim di berbagai jasa expedisi yang naik cukup tinggi. Kenaikan ini dikhawatirkan akan membuat bisnis online menjadi lesu. Dengan kondisi ini, apakah kita harus menyerah?

Justru tidak. Bisa jadi ini menjadi peluang bagi kita. Saya akan cerita terlebih dahulu sedikit ya. Beberapa hari yang lalu saya berniat membeli power bank merk tertentu. Di sebuah toko online Jakarta, harganya sekitar Rp99.000. Ongkos kirim ke Jogja Rp18.000, waktu pengiriman sekitar 2 hari. Berarti total dana yang harus saya keluarkan adalah Rp117.000, ditambah waktu tunggu 2-3 hari.

Saya pun mencoba mencari secara online power bank tersebut ke para penjual di Jogja. Harganya ternyata Rp125.000. Terdapat selisih harga Rp26.000. Tapi jika ditambah ongkos kirimnya, selisihnya adalah Rp8.000. Ini dengan asumsi saya membeli secara langsung ke toko di Joga tersebut sehingga tidak ada ongkos kirim. Ongkos bensin dan ongkos parkir (jika ada) tidak saya perhitungkan.

Akhirnya saya putuskan untuk membeli saja ke toko di Jogja tersebut. Selisih Rp8.000 tidaklah mengapa yang penting power bank segera saya dapatkan. Sebagai catatan, saya juga mencari secara offline ke toko accesories HP dan komputer yang nampak paling lengkap di daerah sekitar rumah saya. Sayangnya tidak ada produk yang saya nilai cocok. Untuk mencari lagi dengan berkeliling ke toko-toko lain yang lebih kecil, saya sudah malas duluan.

Inilah yang saya sebut sebagai celah peluang. Ongkos kirim yang tinggi, tentu membuat para pembeli berpikir ulang untuk membeli secara online. Para pembeli cenderung akan mencari harga ditambah ongkos kirim yang terendah. Harga akhir yang rendah ini bisa didapatkan jika penjual dan pembeli satu kota, atau beda kota tapi ongkos kirimnya masih relatif murah.

Tarif yang murah bisa kita petakan menjadi beberapa kelas.

Kelas pertama, tarif antara 0 – Rp5.000. Contohnya adalah ongkos kirim JNE City Courier. Misalnya dari Kota Yogyakarta ke Bantul yang ongkos kirimnya Rp5.000.

Kelas kedua, tarif antara Rp5.000 – Rp10.000. Contohnya adalah ongkos kirim JNE OKE dari Kota Yogyakarta ke Tembalang, Semarang. Kalau memakai JNE Oke hanya Rp8.000. Sementara jika menggunakan JNE Reguler Rp11.000

Kelas ketiga, tarif antara Rp10.000 – Rp15.000. Contohnya adalah ongkos kirim  JNE Oke dari Kota Yogyakarta ke Surabaya yaitu Rp15.000. Sementara jika menggunakan JNE Reguler tarifnya Rp23.000

Kelas keempat, tarif antara Rp15.000 – Rp20.000. Contohnya adalah ongkos kirim JNE OKE dari Kota Yogyakarta ke Jakarta Selatan yatitu Rp15.000. Sementara jika menggunakan JNE Reguler tarifnya Rp19.000

Beberapa data di atas bisa menjadi contoh. Anda perlu mencari data lebih detail ke kota-kota mana yang ongkos kirimnya murah. Kelas pertama yaitu ongkos kirim Rp5.000 sudah tentu harus menjadi perhatian utama. Disusul ke kota-kota lain yang tarifnya lebih tinggi.

Di kota-kota tujuan yang ongkos kirimnya murah, Anda bisa menggencarkan promosi. Kalau perlu bisa diberikan gratis ongkos kirim sehingga menarik minat calon pembeli. Dengan syarat dan ketentuan berlaku tentunya, yaitu hanya ke kota-kota yang masuk daftar ongkos kirim murah.

Tingginya ongkos kirim harus kita anggap sebagai celah peluang untuk menjadi pemenang. Menang di kota-kota tertentu yang ongkos kirimnya dari lokasi Anda murah. Oleh karena itu, sudah tentu Anda perlu menyediakan fitur perhitungan ongkos kirim otomatis di lapak jualan Anda, misalnya website toko online Anda.

Gunakan kata kunci kata kunci yang relevan agar toko online Anda masuk ke mesin pencari Google yang sesuai kata kunci yang diketikkan pembeli. Misalnya : power bank murah Jogja.

Jika Anda kesulitan bagaimana cara teknis menyiasati celah peluang tersebut, silakan diskusikan dengan saya. Insya Allah saya usahakan bantu. Bisa chat saja di WA kami : https://wa.me/628175423370

(Farid Ma’ruf; www.satulangit.co.id)

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *